Sunday, December 1, 2019

MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DALAM SHOLAT


TERAPI SHOLAT BAHAGIA
MENEMUKAN KEBAHGIAAN DALAM SHOLAT
PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA

Oleh: Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Trainer “ Terapi Sholat Bahagia”



Assalamuallaikum wr, wb.

            Sebelum kita memulai pembahasan tentang bagaimana menemukan kebahagiaan dalam sholat kita akan mengenal trainer kita yang menjelasakan tentang terapi sholat bahagia, beliau adalah Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag. Beliau dilahirkan di Lamongan, 09 Juni 1957. Saat ini beliau sudah beristri dan memiliki 7 anak dan 3 cucu. Beliau merupakan alumni dari Ponpes Ihyaul Ulum Gresik pada tahun 1975.

                Prestasi dan sepak terjang beliau antara lain: Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an;  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi;  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama;  Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya;  Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). 
   Sedangkan buku-buku yang berhasil ditulis beliau antara lain: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014)Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).

            Kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang buku beliau yang berjudul “60 menit terapi sholat bahagia, sekaligus ‘pendalaman sholat bahagia’ yang yang ditulis beliau dalam buku praktek yang sederhana dan dapat mudah dipahami oleh pembaca. Akan tetapi dalam prakteknya kita membutuhkan bimbingan dari trainer untuk dapat lebih menghayati dari terapi sholat bahagia (PTSB).

            Secara bahasa sholat bermakna doa, sedangkan secara istilah, sholat merupakan suatu ibadah wajib yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan rukun dan persyaratan tertentu.
            Dalam terapi sholat bahagia kita diajarkan tentang bagaimana mengguncang arsy Allah agar mengabulkan segala doa dan hajat yang kita laporkan, karena dalam hidup mengeluh atas takdir Allah adalah hal yang dilarang seperti yang dijelaskan dalam firmannya:
مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي ، وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلائِي ، فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَاي
Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silahkan dia mencari Tuhan selain Aku. [HR. Ath-Thabrani dan Ibnu ‘Asakir]
Dalam hal ini kita tidak boleh sekalipun mengeluh tentang takdir Allah SWT. Karena dibalik takdir Allah pasti ada kemudahan yang akan kita terima, seperti kata Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag “rencana Allah lebih indah daripada rencana hambanya, karena Allah tau apa yang dibutuhkan hambanya”.  Terkadang memang kita sering menginginkan sesuatu yang kita tidak tahu itu akan baik bagi kita atau tidak, akan etapi Allah lebih mengetahui apa dan kapan sesuatu yang kita butuhkan tersebut diberikan.
            Sholat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat islam. Menunaikan sholat adalah suatu bentuk keimanan yang ditunjukan seorang Muslim kepada penciptanya. Meninggalkanya jelas merupakan kerugian besar, karena hal tersebut merupakan rukun islam yang tak lain adalah dasar keimanan. Perintah melaksanakan sholat secara langsung diperintahkan Allah SWT. Kepada Rasulullah SAW saat perjalanan isra’ mi’raj. Hal tersebut juga sudah tertuang dalam kitab suci Al Quran. Kita semua diperintahkan untuk mengerjakan sholat, namun bukan hanya sekedar melaksanakan sholat akan tetapi Iqamu Ash-shalat (mendirikan shalat), karena ayat – ayat perintah sholat rata-rata memerintahkan untuk Iqamu Ash-Sholat.
            Sholat merupakan sumber kebahagiaan jika kita benar-benar tulus, ikhlas, dan khusyu’ dalam melakukannya. Karena dalam sholat kita sedang berkomunikasi langsung dengan Allah, seperti kata trainer kita yaitu Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag “ketika kita meminta sesuatu dan berharap cepat dikabulkan, maka kita hendaknya meminta pada saat sholat karena dapat diibaratkan sholat adalah komunikasi langsung kepada Allah SWT.” Dari sini dapat disimpulkan bahwa ketika kita mengharapkan sesuatu hendaknya berdoa ketika kita sedang dalam keadaan sholat. Akan tetapi, kita tidak boleh menyuarakan doa kita karena itu akan membatalkan sholat, jadi saat kita berdoa hanya dalam hati saja.
            Pada umumnya peshalat yang khusyu’ dijamin hidup bahagia, sebab seseorang yang menghadapi semua cuaca kehidupan dengan keimanan, kepasrahan dan penuh keridhoan atas semua takdir ALLAH. Dengan pembiasaan shalat secara tuma’ninah: tenang, sabar dan tidak tergesa-gesa, peshalat khusyu’ bisa menghadapi semua gelombang kehidupan dengan tuma’ninah pula. Muslim yang benar adalah muslim penting, karena ia hidup dengan qanaah, tidak tersiksa oleh deretan daftar keinginan. Kebahagiaan bersifat subyektif. Jika peshalat khusyu’ misalnya terkena suatu penyakit, atau orang tersebut ditakdirkan buta, secara obyektif ia menderita, karena tidak bisa bekerja dan menikmati hidup.
Berikut metode – metode Sholat Terapi Bahagia :
1.      Pada posisi “BERDIRI”
KATA KUNCI: SUBHAN (syukur, bimbingan, ketahanan iman)
Renungan dari kata kunci: (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
1.      Syukur : “ wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat- Mu,”
2.      Bimbingan: “Berilah aku keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3.      Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka- Mu”


2.  Pada posisi “RUKUK”


KATA KUNCI: TURUT; (Tunduk, Menurut)
Renungan dari kata kunci: (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
1.      Tunduk: “ Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak- Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup- mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada- Mu”.
2.      Menurut: “ Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Tambahkan (jika ingin lebih detail)
1.      Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...(lihat contoh DMH)
2.      Wahai Allah, aku ikhlas, ridho tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3.      Wahai ALLAH, AKU YAKIN(3x) Engkau pasti(3x) Maha Kuasa menolong aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku  sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
4.      Wahai Allah, aku pasrah(3x), aku pasrahkan masalah  tersebut kepada- Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti(3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan- Mu.

3.  Pada posisi “I’TIDAL”



KATA KUNCI : HADIR: (Hak pujian. Takdir)
Renungan dari kata kunci : (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
1.      Hak pujian: “ Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharapkan pujian manusia”.
2.      Takdir Allah: “ Semua hal terjadi atas takdir- MU. Aku ridha dan ikhlas menerimany.”
Tambahkan (jika ingin lebih detail)
1.       Wahai Allah, hapuskan di hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadi kan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2.      Aku ikhlas ,ridho, tidak mengeluh atas semua takdir- Mu . Rencana- Mu pasti(3x)lebih baik dari rencana hidupku. Takdir- Mu pasti(3x) yang terbaik untukku.

  4.  Pada posisi “SUJUD”


KATA KUNCI : MASJID: ( Maaf, Sinar, Jiwadan raga)
Renungan dari kata kunci : (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
1.      Maaf : “ Maafkan dosa- dosaku, bapak-ibu dan keluargaku.”
2.      Sinar: “ Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridhai”.
3.      Jiwa dan raga: “ Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan- Mu. Aku serahkan hidup-mati,sehat-sakit,kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.

   
   5.  Pada posisi “duduk diantara dua sujud”

KATA KUNCI: AKSI: (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
Renungan dari kata kunci: (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
Wahai Allah, berilah aku : “Ampunan, Kasih, Sejahtera, dan Iman”
Tambahkan ( jika ingin lebih detail):
1.      Wahai Allah, ampunilah dosa- dosaku.
2.      Kasihiah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada- Mu.
3.      Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4.      Kuatkan imankui, agar aku semakin dekat dengan- Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaab dari-Mu.

   6.      Pada posisi “TASYAHUD”


KATA KUNCI: SOSIAL: (Sholawat, Persaksian, Tawakal)
Renunga dari kata kunci : (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
1.      Sholawat: “ Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
2.      Persaksian : “ Aku bersaksi, ‘Tiada tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan- MU’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”.
3.      Tawakal: Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalannnnn kepada- Mu”.

      Dengan metode-metode dan penerapan inilah shalat bahagia itu di gunakan untuk mencapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting dan kesakralan sebuah ibadah sholat.  Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa sholat adalah sumber kebahagoaan jika kita mau memperdalam dan mempelajari keajaiban dalam sholat, dari pelatihan sholat bahagia kita tentunya dapat menggeali sedikit dari keajaiban dalam sholat tanpa merusak kesakralan sholat itu sendiri.
      Sholat ini dianjurkan dikerjakan sendiri karena durasi sholat yang semakin lama dan juga hajat seseorang berbeda-beda maka dari itu lebih disarankan dilakukan sendiri agar lebih khusyu’ dalam berdoa dan meminta permohonan, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan

Wassalamuallaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment